LEMBAH PUISI

PUISIKU MENGIKUTI SUMBU GARIS HATI



PUISIKU TERKAPAR DAN nyelip DI DIREKTORI KOMPUTER
puisiku mengecil di dunia sastra, syber sastra, dan sejarah sastra ke belakang
PUISIKU MEMBESAR DI PELABUHAN JIWAKU LALU MELANGLANG
MEMEGANG LAZUARDI. MERANGKUL MATAHARI

puisiku tertulis di halaman rumah dan di kamar yang sendiri
puisiku dibaca oleh kamus-kamus dalam hati

PUISIKU nongol DI LACI
MENEMPA DI AROMA RINDU
YANG KENTAL
YANG TEBAL
dan masih mengikuti sumbu garis hati

PUISIKU JATUH CINTA!!!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "LEMBAH PUISI"

Posting Komentar

tulis komentar anda yang paling keren di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel