YANG MEMBELAI DI JURANG DUKA

kepada dramatisasi jiwa yang berlebihan
yang membelai di jurang duka
mengapa duri yang nancap
semi-semi jadi luka
rinai hujan jadi gelap
sehari semusim yang nyiksa
tanpa ngarai
tanpa derai-derai

mengapa luka yang harus menganga?
kejadian dua hari kemarin
tanpa masa-masa 
selagi kita berdua
dukaku duka jurang yang nyiksa
api dalam gelap semua terlelap
lilin dalam rindu yang perkasa
sayang satu hari lewat tanpa bicara
mendetik di ujung jam-jam jemari
lalu memutar pena dan dapat suasana

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "YANG MEMBELAI DI JURANG DUKA"

Posting Komentar

tulis komentar anda yang paling keren di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel