MELAWAN

bilamana cacing-cacing mulai mengubur tubuhnya
dan tanah-tanah yang mengepul layu sedang jadi debu
mengembara bersama angin padang kemarau
kulihat cahaya-cahaya yang kacau
lalu serupa mata elang yang menerjang lawan
kubasahi wajah ini sambil menunggu gerimis yang manis
kutumpahkan dan kubuatkan siang-siang yang sangar menerjang

maka yang kupasak
semua masih sesak
masih selalu gerak
masih berbedak

serupa cacing-cacing yang berontak lawan matahari
mengunci dirinya di pematang yang lengang
atau jalan aspal yang kering bersama kepul-kepul debunya

aku masih panas
dan menuntut satu malam yang teduh
menunggu satu waktu yang gemuruh
tepat di gigir dinding yang lama kupeluk sebelum mata menyulam rapat-rapat

maka kini aku berserah pasrah
dan meminang langit yang sunyi
sepi menunggu kau yang amat kurindu
lalu berdatangan sejuta kembang-kembang muncul di hadapan wajahku

mataku yang mulai tertutup

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "MELAWAN"

Posting Komentar

tulis komentar anda yang paling keren di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel