KHOERUDIN (khoerudin.jurzani@yahoo.com)

Peci Putih

1
pecinya berwarna putih
serupa peci orang yang pulang ibadah haji
tapi ia belum pernah mengunjungi ka'bah
hanya sehelai kain lusuh pelindung kepala
yang kadang ia gunakan untuk membersihkan peluh. Ya,

pecinya berwarna putih
menutupi sebagian rambutnya yang juga putih
kekal diantara lagu debu dan kendaraan yang menderu
mengayuh
mengayuh
tanpa pernah bibir berucap keluh
sementara trotoar begitu angkuh
lampu-lampu kota menyalak
garang
mirip bunyi bedug
yang di pukul saat subuh
gaduh di batinnya)

2
peci putih, di rambutnya yang putih
: mengerang
taburi senja dengan zikir bunga-bunga
butiran gerimis, tanah basah,
hening dedaun di rumpun bambu
mengingatkannya pada usungan keranda
yang semalam melintas di depan gubuk. Tapi,

peci putih, di rambutnya yang putih
:menari
barangkali hatinya hanya selebar maghrib
tidak kuasa menampung
segala lara, segala cinta
maka di parkirlah beca tuanya
di depan dua menara

"duh robb, kiranya kapan hamba bisa
berziarah ke pusara kekasih-mu? "


bisiknya lirih
di titipkannya segenggam rindu
di tangkai-tangkai mawar yang mekar.


Cianjur 2010

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "KHOERUDIN (khoerudin.jurzani@yahoo.com)"

Posting Komentar

tulis komentar anda yang paling keren di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel