WS Rendra, Sajak Joki Tobing untuk Widuri

Masih ingat kan, dengan penyair Willibrodus Surendra Broto atau lebih dikenal dengan nama W.S. Rendra. Ya. Penyair yang juga penulis prosa dan naskah drama. Penyair ini sangat terkenal sekali dengan sajak-sajaknya yang membuat kita bangga, karena di Indonesia ada penyair yang mampu menulis puisi dan berkarya seproduktif WS Rendra.

WS. Rendra, foto : konfrontasi.com

Rendra tidak hanya menulis puisi dan diterbitkan di media-media nasional dan lokal, tetapi ia pun sering menggelar pementasan drama. Tidak hanya itu, prosa fiksinya pun sempat dijadikan film layar lebar bertajuk 'Termial Cinta Terakhir', yang dibuat pada tahun 1977.

Kali ini yang ingin saya tunjukan adalah dua sajak buatan Rendra, yang berkaitan dengan Terminal Cinta Terakhir. Tokoh Joki Tobing dan Widuri dibuat sebuah puisi yang sangat keren dan romantis.

SAJAK JOKI TOBING UNTUK WIDURI

Dengan latar belakang gubug-gubug karton,
aku terkenang akan wajahmu.
Di atas debu kemiskinan,
aku berdiri menghadapmu.
Usaplah wajahku, Widuri.
Mimpi remajaku gugur
di atas padang pengangguran.
Ciliwung keruh,
wajah-wajah nelayan keruh,
lalu muncullah rambutmu yang berkibaran
Kemiskinan dan kelaparan,
membangkitkan keangkuhanku.
Wajah indah dan rambutmu
menjadi pelangi di cakrawalaku.


SAJAK WIDURI UNTUK JOKI TOBING

Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir.
Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba.
Orang-orang miskin menentang kemelaratan.
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu,
kerna wajahmu muncul dalam mimpiku.
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu
karena terlibat aku di dalam napasmu.
Dari bis kota ke bis kota
kamu memburuku.
Kita duduk bersandingan,
menyaksikan hidup yang kumal.
Dan perlahan tersirap darah kita,
melihat sekuntum bunga telah mekar,
dari puingan masa yang putus asa.

Nusantara Film, Jakarta, 9 Mei 1977 
Potret Pembangunan dalam Puisi

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "WS Rendra, Sajak Joki Tobing untuk Widuri "

Posting Komentar

tulis komentar anda yang paling keren di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel